Skema & Pola Relasi dalam Kasus Aurelie dan Bobby
Psikologi
Pendahuluan: Ini Bukan Soal Menyalahkan
Kisah yang dibagikan oleh Aurélie Moeremans dalam bukunya Broken Strings bukan sekadar cerita masa lalu. Ini adalah cermin — tentang bagaimana remaja bisa masuk ke hubungan yang terlihat penuh perhatian, tetapi perlahan justru menyakitkan.
Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapa pun, dan bukan diagnosis psikologis. Tujuannya satu: membantu kita memahami pola hubungan yang tidak seimbang, supaya kita bisa melindungi diri sendiri dan orang yang kita sayangi.
Bagian 1 — Apa yang Mungkin Terjadi pada Aurelie (Usia 16 Tahun)
Di usia remaja, seseorang masih belajar mengenali diri, emosi, dan batasannya sendiri. Ketika ada figur dewasa yang memberi banyak perhatian, pujian, dan rasa “dipahami”, itu bisa terasa sangat menenangkan — bahkan jika itu datang dari orang yang tidak tepat.
Beberapa pola batin yang sering muncul dalam situasi seperti ini:
1. Butuh Diperhatikan Secara Emosional
Remaja sering merasa belum sepenuhnya dipahami atau didengar di rumah, sekolah, atau lingkungan sosialnya. Ketika ada yang tampak “benar-benar mendengarkan”, ini terasa seperti rasa aman yang langka.
Ujungnya: “Mungkin orang ini benar-benar peduli padaku.”
2. Takut Ditinggalkan
Anak muda sering merasa takut akan kehilangan hubungan penting. Ketika figur dewasa memberi perhatian, rasa takut itu bisa membuat mereka bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.
Ujungnya: “Saya tidak mau dia pergi — aku butuh dia.”
3. Merasa Tidak Cukup Baik
Jika seseorang sering merasa kurang atau tidak layak, perhatian dari figur dewasa bisa terasa seperti validasi besar yang sulit ditolak.
Ujungnya: “Dia adalah satu-satunya yang membuatku merasa penting.”
4. Sulit Bilang “Tidak”
Remaja sering belajar bahwa menyenangkan orang lain berarti aman, jadi mereka bisa menekan kebutuhan diri mereka sendiri demi menjaga hubungan.
Ujungnya: “Saya akan mengikuti keinginannya supaya hubungan ini tetap bertahan.”
Penting: Ini bukan berarti korban membuat pilihan yang salah secara sengaja. Ini adalah cara bertahan psikologis ketika seseorang belum punya bekal kuat untuk melihat batasan relasi sehat.
Bagian 2 — Apa yang Mungkin Terjadi pada Bobby (Usia 29 Tahun)
Dalam hubungan dengan perbedaan usia yang besar dan dinamika kuasa yang timpang, peran orang dewasa sangat menentukan. Ada beberapa pola yang sering muncul pada pihak yang memiliki lebih banyak kuasa atau pengalaman:
1. Merasa “Tahu Lebih Baik”
Individu dewasa bisa merasa bahwa pengalamannya membuat mereka lebih tahu apa yang terbaik — tanpa melihat efeknya pada orang yang lebih muda.
Ujungnya: “Aku tahu apa yang terbaik untukmu.”
2. Memenuhi Keinginan Sekarang, Tanpa Pikir Jangka Panjang
Beberapa orang dewasa mungkin lebih fokus pada kepuasan atau dorongan sendiri saat itu juga, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang pada diri sendiri maupun orang yang lebih rentan.
Ujungnya: “Aku ingin ini sekarang — biar pun ada konsekuensinya.”
3. Kontrol Emosi yang Halus
Kontrol tidak selalu kasar — bisa berupa:
- membuat korban merasa hanya dia yang mengerti
- menyalahkan respons emosional korban
- membuat korban meragukan perasaan atau pikirannya sendiri
👉 Ujungnya: “Kamu berlebihan kalau merasa tidak nyaman.”
Bagian 3 — Mengapa Hubungan Ini Bisa Terasa “Lengket”
Hubungan seperti ini terasa sulit dilepaskan karena:
- satu pihak sangat butuh rasa aman dan perhatian,
- sementara pihak lain memberi perhatian itu dengan cara yang menciptakan ketergantungan, bukan kenyamanan.
Ini seperti hubungan codependent — bukan cinta yang sehat.
Bagian 4 — Suara Dewasa Sehat (Yang Sering Tidak Hadir)
Suara Dewasa yang Sehat (Healthy Adult) akan berkata:
- “Perhatian bukan berarti hubungan sehat.”
- “Kamu berhak menetapkan batas tanpa rasa bersalah.”
- “Perbedaan usia dan pengalaman berarti tanggung jawab, bukan hak untuk dominasi.”
Jika lingkungan orang terdekat hadir dengan:
- Konsistensi
- Empati
- Batas yang jelas
- Dukungan tanpa penilaian
maka seseorang akan jauh lebih cepat menyadari apa itu relasi sehat.
Bagian 5 — Belajar Mengenali Pola Diri Sendiri
Pola-pola seperti yang disebutkan di atas tidak hanya terjadi pada Aurelie dan Bobby. Mereka bisa muncul pada siapa saja — dalam berbagai bentuk hubungan yang tidak seimbang.
Jika Anda ingin mengenali pola-pola psikologis ini pada diri sendiri, Anda bisa mencoba dua alat sederhana ini:
👉 Tes Skema Awal (Early Maladaptive Schema) 🔗 https://www.psikonesia.com/assessments/early-maladaptive-schema
👉 Tes Mode Skema (Schema Modes Inventory) 🔗 https://www.psikonesia.com/assessments/schema-modes-inventory
Kedua tes ini bisa membantu Anda memahami pola batin yang sering berjalan otomatis — dan dari situ mengambil langkah lebih sadar menuju hubungan yang lebih sehat.
Penutup
Memahami pola psikologis dalam hubungan bukan tentang menyalahkan siapa pun, tetapi tentang mengerti diri sendiri dan mencegah luka yang sama terjadi lagi. Dengan panduan yang tepat, semua orang — termasuk remaja dan orang dewasa — bisa belajar melihat tanda-tanda relasi yang sehat sejak lebih awal.