Kuesioner ini disusun berdasarkan kerangka konseptual kecerdasan emosi yang dikembangkan oleh Mayer, Salovey, dan Caruso, yang memandang kecerdasan emosi sebagai kemampuan (ability) dalam mengenali, memahami, menggunakan, dan mengelola emosi secara adaptif.
Instrumen ini merupakan versi modifikasi dalam bentuk skala Likert, yang disesuaikan agar dapat digunakan secara umum, edukatif, dan non-klinis.
Perlu ditegaskan bahwa instrumen MSCEIT asli tidak dapat digunakan secara bebas karena dilindungi lisensi dan hak cipta. Oleh karena itu, kuesioner ini bukan pengganti MSCEIT, melainkan adaptasi konseptual yang bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kapasitas kecerdasan emosi seseorang.
Tujuan Penggunaan
Kuesioner ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai kecerdasan emosi berdasarkan pendekatan kemampuan (ability-based). Selain itu, instrumen ini dirancang untuk membantu individu merefleksikan kapasitas emosional yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Kuesioner ini digunakan sebagai alat edukasi, pengembangan diri, dan pembelajaran psikologi, serta tidak dimaksudkan sebagai alat diagnosis klinis.
Manfaat
Penggunaan kuesioner ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri emosional individu, sekaligus menjadi dasar refleksi dalam pengembangan keterampilan emosi. Melalui hasil pengukuran, individu dapat memperoleh gambaran mengenai area kekuatan emosional yang dimiliki serta area yang masih perlu ditingkatkan dalam proses pengelolaan emosi.
Cara Pengisian
Responden diminta untuk membaca setiap pernyataan dengan saksama dan memberikan jawaban yang paling menggambarkan kondisi dirinya dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Jawaban diberikan menggunakan skala Likert lima poin, mulai dari skor 1 yang menunjukkan sangat tidak sesuai hingga skor 5 yang menunjukkan sangat sesuai. Tidak terdapat jawaban benar atau salah dalam kuesioner ini; oleh karena itu, responden diharapkan menjawab secara jujur dan spontan sesuai dengan pengalaman pribadi.
Disclaimer (Pernyataan Etis)
Kuesioner ini bukan merupakan alat diagnosis psikologis dan tidak dapat digunakan untuk menetapkan gangguan mental, kondisi klinis, maupun dasar pengambilan keputusan profesional. Skor yang dihasilkan mencerminkan persepsi individu terhadap kapasitas emosionalnya, bukan penilaian mutlak terhadap kepribadian atau nilai diri. Untuk keperluan asesmen psikologis formal, disarankan menggunakan alat ukur standar yang diadministrasikan oleh tenaga profesional yang berkompeten.